January 31, 2011

Winter Break: A Journal~ (Day 3)













and
live videos from elmansoura here

also a link to newly built for latest infos of our colleagues here


today
Sunday at noon
at Salford Royal H
visited a MTAccident victim in the ICU
18years old name's Fariha
from Kuching
She underwent 4 operations already (mostly to
drain the bleeding inside her brain)
she was in a coma but now at day 19 she
can move her Rt arm up and down, cry and yawn
She is strong
Her family is stronger
MasyaALLAH...they are fighters
Let's pray for them


Wallahu a3lam~


January 30, 2011

Home+study~

.:THEATER 17:.


Laryngeal mask airway (LMA) as a subtitute for ET tube

Anaesthetic unit
^FENTANYL
*PROPOFOL
#ATRACURIUM
~SUXAMETHONIUM
>PCM
? ONDANSETRON
% SEVOFLURANE
```METARAMINOL EPHIDRINE ATROPINE



BERT
& Cholecystectomy
.....Hartmann's vs Saline

Winter Break: A Journal~ (Day 2)

~MYF at the heart of Manchester city~


Bismillahirrahmanirrahim

Today is Saturday, our dear sis Fatin yang comel took the risk of leading the trip to Old Trafford and the city. We headed out from Deyne Ave and spent a few minutes at Islamic Life shop then the most exciting part of it happened around 11.30 o'clock when the march started to take place here on Oxford Rd. There were parades of policemen on horses, suppressor units (haha) and vans of emergency teams (i guess). And above all I took the pleasure of taking a live video when
it all happened^_^
There were 9 of us including Fatin. We had fun exploring at the Manchester Museum, taking group photos and going on a one-day ride on the bus to various landmarks here in Manchester. I noticed Blackwell on our left before we reached the bus stop(the one opposite RCMusic) where later bus 250 took us to Old Trafford. There we spent a couple of minutes (or more ahax) taking pics, Mega Store shopping and then more pics.
Another bus ride and we had arrived in the city. The weather was fine with the sun out although it was still a bit windy. But then it was eating time! What's more everyone was hungry so we stopped by the all time fav

~Krispy Kreme~
for two dozens of doughnuts and 4+1 hot chocs. That was definitely one sugary moment of my life


thanks to Fatin =)

Now that we were all post prandially diabetics, we prayed jama3 taqdim at MYF before we made our way; to Accessorize, bla bla Poundworld, bla bla bla Poundland, Clarks, and lastly Primark=to do some shopping (not me nope) until late that evening.
After a quick dinner at Chicken Cottage(here we grew to become a bigger family...complete ten) we arrived home and helped ourselves to some soul searching session till bedtime.

Alhamdulillah and Thank you gurls for being fantastic trip mates! Have a pleasant stay in London now 'kay. Missing you olls already T_T


January 29, 2011

Winter Break: A Journal~ (Day 1)

Bismillahirrahmaniirahim

Alhamdulillah tsummalhamdulillah
All praises for Him

Cold and windy. After I turned right onto Oxford Road, I regretted not wearing the winter scarf on this morning. It's quarter past eight and Friday today also it is my first day in manchester for my electives. Sling bag filled with documents. Case containing labcoat, stets, and my new blue Tupperware. A map in one hand. I think that's everything. Ready to register and have myself adapted to the system here. Quickly I hope.
The grounds are half frosted. It is the same road where the no. 43 bus dropped me and Shaz last night. Walking past Ichiban, Lidl and Tesco, turning right then left on Hathersage Rd. After that the directions to the Education North building became more pronounced as I approach a simple white painted single storey building on the right. The sign reads 'Education North Campus'. Here I become in acquaintance with Mrs Leshia Kochan who later took me across to the main MRI building, where I have my picture taken for my name badge and register formally as an elective student here. New place new people and all, I do feel quite lost already.
Then unexpectedly after meeting with Ms Ann Grundy she asks, "Would you like to enter the theater for today? There's an Egyptian anaesthetist here. He's in Room 17 right now". And of course I agreed^_^
The new hospital buildings are linked directly together namely MCH, SMH, EH, and the main MRI. It's more of a modern style with white walls and more spacious in contrast with the older one. Theater 17 is on the first floor of the Eye Hospital.
Soon I got myself changed into the blue surgical uniforms before completing the appropriate form. I hated this part really I wonder if all surgeons did take as long as I do to change. The nurse then shows me around the recovery rooms which are separated for adults and children.

January 27, 2011

jangan merungut.

sila JANGAN MERUNGUT/mengeluh..






terkadang sakit telinga apabila mendengar keluhan2 di sekeliling.seperti seorang yg tidak bersyukur..

keadaan:

"xsedapnya makanan ni..mak aku masak lagi sedap. dah la tawar,sikit pulak tuh lauk dia bagi.."

"mentang-mentanglah dia ade jwtn besar, bg arahan punyalah banyak..ingat aku xde kerja lain ke?? sedap2 jek dia bagi arahan kat aku.."

"byklah assignment minggu ni..nak rehat hujung minggu ni pon dah terbantut..kacau daun betul"

"haa! tu la..orang dah ckp dah.............dia xnak dengar..tengok akibatnya..pdn muka dia....."

"sakitlah badan aku pg ni..semalam dia ajak aku main badminton,habes sengal2 badan aku dah.."

" bla bla bla bla bla ..........................................................................................................................."

begitulah senario yang pernah dialami dan pernah didengari oleh kita..bahkan kita sendiri tidak terlepas dlm mengcomplaining perkara2 ini..betul atau tidak??

complain2 ini spt melambangkan ketidaksyukuran seseorang.mulut tak pernah berhenti drpd mengeluh,pot pet pot pet..sentiasa terkumat-kamit jek mulut tuh. xpenat ke?? langsung tak membawa apa-apa kebaikan pun pd diri.. kemungkinankah pahala semakin berkurang disebabkan keluhan kita itu?? mungkin..i guess...~

jgn mengeluh..terimalah keadaan itu seadanya.. lupakan peristiwa yang telah berlalu.. carilah penyelesaian terhadap masalah yg sdg dihadapi..

pengalaman yang mengajar kita erti kehidupan.mungkin jika kita sibuk tgsn assingment yang menimbun itu, ia telah mengajar kita tidak pernah kenal putus asa. mungkin jika makanan itu tak sedap,ttp ia mengajar kita erti bsyukur thdp masakan ibu kita:) ,mungkin jika pelajaran kita terganggu disebabkan si dia, tetapi di sebalik itu.. timbulnya ikatan ukhuwah antara dua insan yang bernama sahabat.

fikir sejenak..wassalam.

January 02, 2011

Art is beautiful~




Bismillahirrahmanirrahim

Nikmat pancaindera yang Allah pinjamkan
selalu aku take for granted
namun sering juga rasa sebak dan syukur menerpa jiwa
bukan diminta tapi memang perlu diajar
dan didik hati yang alpa, otak yang lupa
moga Dia terus sayang

Happy new year!
bak kata pak mak arab

2011 ulangtahun ke 24 bakal menjelang
maka sudah hampir 2 kali pusing lunar calendar
sejak aku lahir

Ayah tak suka bila tahu kita terperasan yang tahun ni tahun Bugs Bunnie. Tak soleh katanya guna kalendar tu. Tak elok percaya dan ikut. Ok ayah i know.

Esok..
atih jadi pelajar SMI Hidayah Johor. Tak sabar tengok dia in uniform baru. Walaupun ada sedikit T_T di situ. Feeling ala maternal katanya

Be well, Study Smart, Wish you all the best for your future whatever it is Muhammad Al Fatih
Quote ayah's fav saying [Do good to yourself]

Esok juga..
Professional Day. Belum gosok baju kurung lagi nih


Tahun masih Baru. Let's see what is promised for us
Hoping for the best. Always

December 14, 2010

superheroes

Bismillaahirrahmaanirraheem

This piece of inspiring writing was cp-ed from here. Moga bermanfaat. Moga mendatangkan pahala buat pembaca. Dan dilipatgandakan untuk penulisnya pula. Wallahua'lam.


No Matter What I Do………

No Matter How Hard I Try…..

Semacam inilah bisikan hati baginda Nabi. Setelah ditentang hebat di Mekah, ditolak pula mentah-mentah di Thaif. Hinggakan keluarlah dari mulutnya yang mulia sebuah doa. Yang hingga kini tiap kali doa itu dibaca, perasaan jadi pilu. Hati jadi hiba. Mata jadi pedih. Jiwa jadi bergelora. Beberapa ungkapan kalimat manusia semulia ini, cukup menggoncangkan perasaan sesiapa saja, kerana bisa menyedarkan kita apa yang perlu dilalui oleh susuk semulia ini, demi kerana cintanya pada agama, demi kerana cintanya kepada kita. “Ya ALLAH, kepada-Mu aku mengadukan kelemahanku, kurangnya kesanggupanku, dan ketidakberdayaan diriku berhadapan dengan manusia…..”

Hollywood kini umpama dirasuk fobia. Bersusulan saja penyakit mereka. Mula ada yang namanya Superman. Menyusul kemudian yang namanya Batman. Ada pula yang namanya Hulk. Apa kurang yang namanya Punisher. Hangat diperkatakan kini yang namanya Spider. Khabarnya bakal menyusul pula Fantastic Four. Satu demi satu, seorang demi seorang, hero karangan fantasi mereka di’hidup’kan buat tatapan masyarakat, sebagai memberikan sebuah harapan, agar mudah-mudahan manusia akan menerima kedamaian. Tetapi kita meyakini, dan sentiasa harus meyakini, “We believe there’s a hero inside all of us….” Dan itulah yang kita cari.


Kita mengharapkan bahawa setiap dari kita sedar, bahawa semua kita mempunyai potensi menjadi “hero”. Dengan kebolehan masing-masing. Dengan potensi masing-masing. Dan inilah yang telah ditonjolkan oleh para sahabat. Ada yang namanya Abu Bakar, dengan “super power”nya hingga mengalahkan neraca iman kita semua. Ada yang namanya Umar, dengan kuasa kepahlawanannya yang luar biasa, hingga “Iblis Octiphus” melarikan diri dari lorong yang dilaluinya. Ada juga yang namanya Abu Dzar. Yang walaupun dalam sebuah hadith dinyatakan kecacatan anak kelahiran Ghifar ini hingga tak melayakkannya menjadi pemimpin, tetapi dengan tarbiyah yang begitu singkat, bahkan ia pantas menjadi seorang hero, hingga Islamlah “Pirates of the Caribbean” dari kalangan suku Ghifar. Ada pula yang namanya Khalid. Sungguhpun kafaah syariahnya barangkali kurang, hingga dikritik hebat tatkala menjadi imam, tetapi siapa yang dapat menafikan kehebatannya bermain pedang dan menguasai perang?? Lalu betapa banyak para sahabat, yang sungguhpun mempunyai kekurangan, yang sungguhpun mempunyai kelemahan, tetapi mereka mampu mengoptimakan potensi mereka, hanya kerana kesedaran yang mudah. Bahawa dalam diri mereka juga ada hero yang tersembunyi. Yang harus dibebaskan. Yang perlu ditonjolkan.

Dan hero yang diperlukan oleh masyarakat bukanlah sang perwira yang bertopeng, mahupun sang pahlawan dengan kuasa-kuasa mustahil, tetapi hero yang diperlukan ialah mereka-mereka yang menyedari bahawa sebaik-baik hero ialah “..yang menyeru kepada ALLAH, beramal soleh dan menyatakan bahawa sesungguhnya aku seorang Muslim!!” (Q.S al-Fusilat [41]:33).Lantaran itu Imam al-Banna menjawab pertanyaan seorang wartawan yang bertanya tentang gambaran dirinya, seraya menyatakan bahawa ia seorang “petualang”. Tetapi, petualang ini –yang bernama Hassan al-Banna- adalah petualang yang mencari kebenaran. Bahawa petualang ini, menyedari hakikat dirinya. Solatnya ikhlas semata-mata kerana ALLAH. Ibadahnya tak pernah tertumpah melainkan ke takungan berisi lautan ihsan dan mahabbatuLLAH yang suci. Hidupnya juga semata-mata kerana ALLAH, hinggakan kehidupannya itu adalah berorientasikan kisah seorang hero, yang sentiasa melakukan penyelamatan. Tetapi dalam hal ini, cuba menyelamatkan agamanya daripada dimusnahkan, daripada dihinakan, daripada diperlecehkan. Lantaran cereka hidupnya ini adalah didasarkan hal itu, ia terpaksa melakukan pengorbanan. Biar yang namanya wang harta. Biar maharnya semahal jiwa. Biar celaan yang diperolehinya. Walaupun siksaan yang bakal menantinya. Tetapi itulah sunnah orang yang berjuang, hero yang menjadi harapan orang. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Q.S al-Baqarah [2]:155)

Sampai bila hidupnya menjadi pejuang? Hingga ALLAH berkenan menjadikan penghujung drama kehidupannya, dengan memperoleh kemenangan yang abadi. Ia tamatkan “watak”nya dengan semulia-mulia penamatan. Dan kemuliaan apa lagi yang bisa kita harapkan?? Lantaran itu Imam al-Banna menegaskan; “inilah aku!!”, lalu bertanya pula kepada kita, siapa kita???

Hero mukmin sejati tidak banyak beralasan, lantaran menyedari“..ALLAH tak akan membebani kita dengan sesuatu yang diluar kesanggupan kita…” Maka siapa pun dia, lantaran jiwa-jiwa sang pahlawan ada dalam dirinya, pantas ia melakukan pengorbanan-pengorbanan ini. Betapa sibuk pun ia. Walau dunia datang menggoda. Biar godaan datang menghalang.

Semua kita merupakan hero. Biar betapa dahsyatnya “villain” kita. Tetapi penghujung cerekanya, tetap milik kita. Lantas kisah suka duka baginda Rasul, ALLAH tutup dengan suatu keputusan, seperti yang digambarkan oleh al-Quran; “Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi dan telah meyakini bahawa mereka telah didustakan, datanglah kepada para rasul itu pertolongan ALLAH, lalu diselamatkan orang-orang yang Kami kehendaki…” (Q.S Yusuf [12]:110)

*Artikel ini disebar luaskan pada tahun 2005